Home / Daerah / Dikerjakan Tidak Sesuai Spek, DPRD Minta Bongkar Proyek Saluran Irigasi di Donolona

Dikerjakan Tidak Sesuai Spek, DPRD Minta Bongkar Proyek Saluran Irigasi di Donolona

4001 Kali dibaca

Bagikan Halaman ini

[addtoany]
[addtoany]

PORTALNTT.COM, ROTE NDAO – Sebanyak 6 orang Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kab. Rote Ndao lakukan kunjungan kerja (Kunker) di lokasi pengerjaan Proyek Saluran Irigasi di area Persawahan Danolona, Kel. Mokdale, Kec Lobalain, Kab. Rote Ndao pada, Sabtu (30/5/2020).

Dalam Kunker tersebut, para Anggota DPRD temukan pengerjaan proyek saluran irigasi itu tidak sesuai spek, pasalnya pengerjaan proyek tidak ada galian fondasi. Sehingga Saluran Irigasi itu dinilai tidak akan bertahan lama. Atas temuan tersebut, para Anggota DPRD meminta agar proyek saluran itu dibongkar dan kerjakan lagi dari awal.

“Saya minta agar saluran ini dibongkar dan kerjakan dari awal dengan ada galian fondasinya,” tegas Mesak Lonak, Anggota DPRD Rote Ndao dari Fraksi Hanura.

Selain papan informasi proyek yang tidak terlihat di lokasi proyek, dalam kunker tersebut anggota Komisi B, DPRD Rote Ndao yakni Nur Yusak Ndu Ufi juga temukan adanya sedikit kecurangan dalam pengerjaan proyek tersebut. Yaitu ditemukan pasangan saluran dibangun di atas bekas fondasi saluran lama yang sudah rusak. Hal tersebut membuat DPRD jadi geram.

“Kalo ini pakai dana swadaya pribadinya kontraktor ya bolehlah. Tapi ini kan proyek bangun baru pakai dana APBD. Mereka (Kontraktor) malah bangun diatas bekas saluran lama. Pokoknya minggu depan kami turun lagi sudah harus dibongkar. Ada 50 meter yang harus dibongkar,” kata Nur Nduufi dengan tegas.

Proyek Saluran Irigasi Danolonak yang tendernya dimenangkan oleh CV. TIRSA ini kerjakan oleh kontraktor berinisial MP yang ketika dikonfirmasi melalui sambungan selular pada, Minggu (31/5/2020), MP menjelaskan bahwa pengerjaannya sudah sesuai spek.

“Saluran mau diangkat keatas. Kalau digali maka tenggelam. Masyarakat disana bilang kalo hujan, air mengalir dari barat (persawahan) ke timur (Sumber air). Kalau digaling maka air tidak mengalir ke barat. Maka saluran tidak berfungsi,” ungkap MP.

“Total panjang saluran itu 160 meter, ditambah sambungan perpipaan ukuran 10dm sepanjang 180 meter. Pagu dananya sebesar Rp 295.000.000,” lanjut MP, menjelaskan.

Untuk diketahui, para anggota DPRD Rote Ndao yang lakukan kunker di lokasi Proyek saluran Irigasi Danolon adalah Paulus Henuk,SH (Wakil Ketua), Fecky M Boelan,SE (Ketua Komisi A), Petrus Pelle (Ketua Komisi C), Nur Yusak Ndu Ufi (Anggota Komisi B), Mesak Lonak (Anggota Komisi C) dan Djanu Jaja Ibrahim Manafe (Anggota Komisi C). (Daniel Timu)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

[addtoany]
[addtoany]