Dukung One Village One Product, Bupati Sumba Barat Daya Fasilitasi Produk UMKM Masuk Alfamart dan Indomaret

  • Whatsapp

PORTALNTT.COM, KUPANG – Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) berkomitmen untuk mendukung pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal dengan memfasilitasi produk-produk unggulan mereka agar dapat dipasarkan melalui jaringan minimarket nasional seperti Alfamart dan Indomaret.

Langkah ini diharapkan dapat memperluas akses pasar bagi pelaku UMKM lokal, meningkatkan daya saing produk, serta memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah.

Bupati Sumba Barat Daya (SBD), Ratu Wula Tallu, ST, mengatakan dalam rangka mendukung program pemerintah Provinsi, One Village One Product (OVOP) maka pemerintah SBD telah melakukan pendampingan terhadap UMKM-UMKM yang selama ini telah menghasilkan produk-produk unggulannya.

“Pendampingan yang kami lakukan mulai dari produksi, packing, marketing sampai pada mendapatkan ijin dari balai POM,” ujar Bupati Ratu Wula Tallu saat mengunjungi stand UMKM Kabupaten SBD dalam acara peluncuran produk One Village One Product oleh Gubernur NTT di depan Kantor Gubernur NTT, Selasa (27/5/2025).

Diakuinya produk-produk unggulan yang saat ini ditampilkan pemerintah SBD, telah dipromosikan sampai ke pasar dunia. Ia mencontohkan produk Kopi Sumba mendapat predikat kopi robusta terbaik dalam kontes Kopi se Indonesia tahun 2020.

“Kami mendorong agar produk-produk kami bisa menembus pasar nasional maupun internasional. Produk-produk unggulan yang kami hasilkan juga harus masuk ke Indomaret dan Alfamart tentu dengan standar yang ditetapkan,” tandas mantan Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem periode 2019-2024.

Menurut Bupati Ratu Wula Tallu, perhatian dan dukungan pemerintah terhadap UMKM-UMKM lokal juga dilakukan dari segi permodalan dan selanjutnya pemasaran.

“Kami menyiapkan dukungan dana agar UMKM bisa memperluas produktivitasnya. Kami juga akan menyediakan gerai khusus untuk menampung semua produk untuk dipasarkan,” jelas Bupati Perempuan pertama di Pulau Sumba ini.

Lebih lanjut dikatakannya, seluruh masyarakat dipacu untuk menghasilkan produk-produk unggulan sehingga membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Di Kabupaten SBD ada 6 Kecamatan, 2 Kelurahan dan 177 Desa. Setiap desa dan kelurahan diwajibkan menghasilkan minimal satu produk sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah Provinsi One Village One Product (OVOP),” tegas Bupati Ratu Wula Tallu.

ketua kelompok KWT Pertiwi Lagalete, Desa Lagalete, Kecamatan Wewewa Barat, Theresia Avila M. Malo, mengaku produk-produk yang dihasilkan oleh kelompoknya sangat membantu meningkatkan ekonomi anggota.

“Kami ada 16 orang perempuan. Yang menarik adalah salah satu anggota kami adalah penyandang disabilitas. Hasil produksi yang kami hasilkan bisa membantu ekonomi keluarga dan menyekolahkan anak. Kami juga sudah bisa menyimpan di Koperasi,” ungkap Theresia.

Diakuinya ada beberapa kendala yang dihadapi, salah satunya masalah modal dan pemasaran.

“Saat ini permintaan terhadap produk kami makin tinggi. Namun ada kendala permodalan untuk meningkatkan produksi. Kami sementara berkoordinasi dengan pemerintah SBD sehingga kami tetap menjalankan produksi produk-produk kami,” katanya.

Untuk informasi dalam peluncuran Program One Village One Product, ada 44 Produk yang sudah dihasilkan akan dikembangkan dalam skala yang lebih besar.

Program OVOP bukan sekadar satu desa satu produk, melainkan gerakan transformasi sosial, ekonomi, dan budaya. Setiap desa didorong untuk mengenali dan mengembangkan produk unggulan mereka dengan inovasi dan kearifan budaya lokal.

Program OVOP juga diharapkan membangun semangat kebanggaan, identitas, dan kemandirian masyarakat desa. Produk lokal akan dikembangkan sesuai standar pasar, diberi nilai tambah melalui inovasi, dan didorong untuk masuk ke pasar nasional dan internasional.

Acara launching ini dihadiri oleh Ketua DPRD NTT, Wali Kota Kupang, Bupati Sumba Barat Daya, Kajati NTT, Kepala BPJS Ketenagakerjaan, Forkompinda, 22 stand produk dari masing-masing Kabupaten dan Kota, dan UMKM binaan Bank NTT.

Komentar Anda?

Related posts