Perkuat Ketahanan Pangan, Fernando Soares Bantu Bibit untuk Petani di Mamsena melalui HKTI TTU

  • Whatsapp

PORTALNTT.COM, TIMOR TENGAH UTARA – Komitmen memperkuat ketahanan pangan dan mendorong kemandirian petani di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus dilakukan Ketua DPD Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) NTT, Fernando Jose Lemos Osorio Soares.

Kali ini, Fernando Soares menyalurkan bantuan bibit tomat dan cabai kepada 30 petani di Mamsena, Kecamatan Insana Barat, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), melalui DPC HKTI TTU.

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua DPC HKTI TTU, Kristoforus Haki, didampingi Sekretaris HKTI TTU, Retno Silla, kepada kelompok petani binaan Pastor Paroki Mamsena, Romo Djarot, Sabtu (7/11/2026).

Ketua DPC HKTI TTU, Kristoforus Haki, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Fernando Soares terhadap kebutuhan petani sekaligus upaya mendorong pengembangan sektor pertanian di wilayah pedesaan.

Menurut Kristoforus, bibit tomat dan cabai yang disalurkan akan dimanfaatkan untuk mengembangkan lahan pertanian seluas dua hektare yang dikelola oleh 30 petani binaan Romo Djarot.

“Bantuan ini diharapkan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh para petani untuk mengembangkan lahan produktif, meningkatkan hasil pertanian, serta menambah pendapatan keluarga,” ujar Kristoforus.

Ia menjelaskan, dukungan tersebut juga sejalan dengan program Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan pangan dan mewujudkan swasembada pangan nasional.

Ketahanan Pangan Dimulai dari Petani

Kristoforus mengatakan, Fernando Soares terus mendorong agar HKTI tidak hanya hadir sebagai organisasi yang memperjuangkan kepentingan petani, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan sektor pertanian.

Menurutnya, ketahanan pangan tidak cukup hanya menjadi wacana atau program di atas kertas. Dibutuhkan langkah konkret yang langsung menyentuh kebutuhan petani, mulai dari penyediaan benih, pengembangan lahan, pendampingan hingga peningkatan hasil produksi.

“Petani harus mendapatkan perhatian dan dukungan nyata. Ketika mereka memiliki benih dan sarana produksi yang memadai, tentu ada peluang lebih besar untuk mengembangkan usaha pertanian dan meningkatkan kesejahteraan keluarga,” katanya.

Ia menambahkan, HKTI memiliki tanggung jawab untuk ikut menyukseskan agenda ketahanan pangan nasional melalui berbagai kegiatan pemberdayaan petani di daerah.

HKTI dan Gereja Bersinergi Berdayakan Petani

Kristoforus juga mengapresiasi keterlibatan Romo Djarot dalam membina kelompok petani di Paroki Mamsena.

Menurutnya, kolaborasi antara organisasi petani dan lembaga keagamaan merupakan salah satu langkah positif dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Gereja tidak hanya berperan dalam pembinaan kehidupan rohani, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemandirian ekonomi umat melalui kegiatan produktif, termasuk sektor pertanian.

Dengan adanya bantuan bibit tersebut, 30 petani di Mamsena diharapkan dapat mengembangkan usaha hortikultura secara berkelanjutan. Pengelolaan lahan seluas dua hektare itu juga diharapkan mampu meningkatkan produksi tomat dan cabai serta memberikan tambahan penghasilan bagi keluarga petani.

HKTI TTU berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dan menjangkau lebih banyak kelompok tani di berbagai wilayah Kabupaten TTU.

Bangun Kemandirian Pangan dari Desa

Lebih lanjut, Kristoforus menegaskan bahwa upaya memperkuat ketahanan pangan nasional harus dimulai dari desa dengan memberikan perhatian kepada petani sebagai pelaku utama sektor pertanian.

Menurutnya, desa memiliki potensi lahan dan sumber daya manusia yang perlu didukung agar mampu menghasilkan produk pertanian secara mandiri.

Karena itu, bantuan bibit yang disalurkan melalui HKTI TTU diharapkan tidak berhenti sebagai bantuan sesaat, tetapi menjadi awal pengembangan usaha pertanian yang produktif dan berkelanjutan.

Melalui dukungan Fernando Soares, HKTI ingin mendorong semakin banyak petani untuk mengoptimalkan lahan yang tersedia dan menjadikan sektor pertanian sebagai salah satu sumber peningkatan ekonomi keluarga.

“Ketika petani diberdayakan, lahan produktif dikembangkan, dan hasil pertanian meningkat, kita sedang membangun fondasi ketahanan pangan dari desa,” ujar Kristoforus.

Ia menegaskan, HKTI akan terus berupaya hadir di tengah petani melalui program-program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“HKTI hadir, petani berdaya, pangan berdaulat. Dari desa kita bangun kemandirian pangan Indonesia,” tutupnya.

Komentar Anda?

Related posts