Angkat Pesona Wisata NTT, BEM FKIP UCB Gelar Lomba Storytelling untuk Siswa SMA-SMK se-Kota Kupang

  • Whatsapp

PORTALNTT.COM, KUPANG – Kreativitas generasi muda dalam bercerita tentang kekayaan wisata Nusa Tenggara Timur (NTT) mendapat panggung istimewa. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Citra Bangsa (UCB) menggelar lomba storytelling bagi siswa SMA dan SMK se-Kota Kupang.

Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 13 Maret 2026 di Aula Lantai V kampus UCB itu diikuti 25 peserta dari 15 SMA/SMK di Kota Kupang. Suasana lomba berlangsung meriah dengan para peserta yang tampil penuh percaya diri membawakan kisah-kisah menarik tentang pesona wisata NTT.

Panitia mengangkat tema “Wonderful Stories: Menjalin Narasi, Mempromosikan Pesona Wisata NTT”. Melalui tema tersebut, para peserta diajak mengangkat cerita-cerita inspiratif tentang kekayaan alam dan budaya daerah dalam bahasa Inggris.

Ketua BEM FKIP UCB, Cikal Alo, mengatakan kegiatan ini tidak sekadar ajang lomba, tetapi juga ruang belajar bagi generasi muda untuk mengasah kemampuan berbahasa sekaligus mengenal potensi wisata daerah.

“Kami berharap lomba ini dapat mengasah kemampuan bahasa Inggris siswa SMA dan SMK, sekaligus menambah wawasan mereka tentang kekayaan budaya dan alam NTT yang layak diceritakan kepada dunia,” ujarnya.

Hal senada disampaikan koordinator kegiatan Bunga Zaskia. Menurutnya, storytelling menjadi cara kreatif untuk menggali cerita-cerita lokal yang sarat nilai sejarah dan budaya.

“Melalui lomba ini kami juga belajar banyak, misalnya tentang asal-usul cerita Danau Kelimutu dan berbagai kisah lokal lainnya yang sangat menarik,” kata Bunga.

Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Dekan FKIP UCB, Heryon Bernard Mbuik, S.Pd, M.Pak. Ia berharap kegiatan edukatif seperti ini dapat terus digelar secara berkelanjutan bahkan menjadi agenda tahunan fakultas.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk memperkenalkan FKIP UCB kepada masyarakat luas. Fakultas ini memiliki tiga program studi yang berperan penting dalam menyiapkan tenaga pendidik berkualitas di NTT.

“FKIP telah melahirkan banyak lulusan yang kini mengabdi di berbagai daerah. Kegiatan seperti ini juga bisa menjadi ruang bagi calon guru untuk mengasah kemampuan komunikasi dan kreativitas yang kelak dibutuhkan di ruang kelas,” ujarnya.

Dalam lomba tersebut, panitia menghadirkan tiga dewan juri yang kompeten di bidangnya, yakni Mathias M. Beeh, S.St.Par, MM (Kabid Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi) Dr. Agnes Rafael, M.Hum, dan Dr. Efron Loe, M.Hum. Ketiga juri memberikan apresiasi tinggi kepada 25 peserta yang dinilai mampu menampilkan cerita dengan penuh ekspresi dan percaya diri.

Mereka berharap kegiatan seperti ini dapat terus mendorong generasi muda untuk mencintai budaya lokal sekaligus mempromosikan potensi pariwisata NTT melalui narasi yang kreatif dan inspiratif.

Komentar Anda?

Related posts